02/02/2026 15:11
Portal informasi & berita daerah
Tangerang Raya Rabu 15:53:32

Bupati Tangerang Resmikan Greenhouse dan Panen Melon di Desa Sodong Tigaraksa

Bupati Tangerang Resmikan Greenhouse dan Panen Melon di Desa Sodong Tigaraksa



KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meresmikan greenhouse sekaligus melakukan panen melon di Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, sebagai bagian dari penguatan program ketahanan pangan berbasis desa.


Maesyal Rasyid mengatakan bahwa lahan yang dimanfaatkan merupakan tanah negara yang dikelola oleh pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk kepentingan masyarakat.


“Alhamdulillah, hari ini kami Pemerintah Daerah diundang oleh Kepala Desa Sodong dalam rangka peresmian greenhouse sekaligus panen melon. Ternyata bukan hanya melon, tetapi juga ditanam jagung, cabai, dan timun,” ujar Maesyal Rasyid.


Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Sodong yang berhasil mengubah lahan tidak produktif menjadi lahan pertanian yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi warga, khususnya kelompok tani.


“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Desa, BUMDes, BPD, Camat Tigaraksa, serta seluruh pihak yang mendukung pemanfaatan lahan ini untuk ketahanan pangan,” katanya.


Maesyal menyebutkan, kawasan pertanian tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lahan produksi pangan, tetapi juga dikembangkan sebagai wisata edukasi ketahanan pangan yang mampu menambah sumber pendapatan bagi kelompok tani.


Dari hasil panen sementara, tercatat sekitar 500 buah melon dengan rata-rata berat satu kilogram per buah. Dengan harga jual Rp25.000 per kilogram, kelompok tani memperoleh pendapatan sekitar Rp12,5 juta, di luar hasil panen tanaman lainnya seperti timun, cabai, dan jagung.

Menurut Maesyal Rasyid, pengelolaan lahan seluas sekitar 4 hingga 6 hektare di Desa Sodong sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya terkait swasembada pangan dan pemerataan ekonomi dari desa.


“Ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi harus ditumbuhkan dari bawah, dari desa, agar pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.


Menjawab pertanyaan wartawan terkait replikasi program, Maesyal memastikan Desa Sodong akan dijadikan percontohan bagi desa-desa lain. Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian akan memetakan desa-desa yang memerlukan dukungan berupa bibit, pupuk, dan sarana pendukung lainnya.


“Program ini tidak hanya di Tigaraksa, tetapi akan dilaksanakan di desa-desa lain di Kabupaten Tangerang,” jelasnya.


Sementara itu, Camat Tigaraksa Cucu Abdurosyied menyatakan bahwa program ketahanan pangan di Desa Sodong merupakan komitmen pemerintah kecamatan dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah dan pusat.


“Kami di Kecamatan Tigaraksa mendorong seluruh desa untuk memanfaatkan lahan yang ada, khususnya lahan tidak produktif, agar dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Desa Sodong ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi desa, BUMDes, dan kelompok tani mampu menghasilkan manfaat ekonomi,” ujar Cucu Abdurosyied.


Ia menambahkan, hampir seluruh desa di Kecamatan Tigaraksa memiliki potensi lahan yang dapat dikembangkan untuk ketahanan pangan dengan luas rata-rata sekitar dua hektare per desa.


“Kami siap mendampingi desa-desa agar program ini bisa direplikasi. Harapannya, ketahanan pangan dapat tumbuh merata dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Selain dukungan pemerintah daerah dan kecamatan, program tersebut juga mendapat kontribusi dari PT PLN melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung penguatan ketahanan pangan desa. (Wis)