Krisis Kepemimpinan di UNIS Tangerang, Mahasiswa dan Dosen Pertanyakan Kejelasan Arah Kampus
KOTA TANGERANG, BANTEN EKSPLORE – Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang tengah menghadapi persoalan serius akibat kekosongan jabatan pimpinan sejak April 2025.
Situasi ini memicu keresahan di kalangan sivitas akademika karena berdampak pada tata kelola kampus hingga kegiatan akademik.
Sejumlah pihak menilai, ketiadaan pimpinan menghambat kelancaran administrasi, mengaburkan transparansi pengelolaan anggaran, serta membuat arah kebijakan akademik menjadi tidak konsisten.
Keputusan kampus kerap berubah tanpa landasan yang jelas, sehingga membingungkan dosen, staf, maupun mahasiswa.
Ahmad Habiburrohman, mahasiswa UNIS sekaligus Kabid Personalia MAPALA Benteng Alam, mengungkapkan kebingungannya.
“Tidak adanya kepemimpinan yang tegas membuat organisasi mahasiswa sulit bergerak. Banyak masalah kampus belum juga terjawab maupun terselesaikan,” ujarnya, Selasa (30/9).
Kondisi ini juga dikhawatirkan menurunkan kualitas pembelajaran. Beberapa mahasiswa menyebut ketidakpastian kepemimpinan berdampak langsung pada iklim akademik serta kenyamanan belajar di UNIS Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak universitas belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah yang akan diambil untuk mengatasi kekosongan pimpinan tersebut.
Pengamat pendidikan menilai, krisis kepemimpinan di perguruan tinggi dapat merusak citra lembaga dan menimbulkan keresahan berkepanjangan. Karena itu, diperlukan langkah cepat dan transparan agar tata kelola UNIS Tangerang kembali stabil dan kepercayaan sivitas akademika dapat dipulihkan.
(Mufid/wis)