Pemkab Tangerang Hadapi Tantangan Pemeliharaan Jalan di Tengah Keterbatasan Anggaran
KABUPATEN TANGERANG, BANTEN EKSPLORE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus berupaya menjaga kualitas infrastruktur jalan meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran dan meningkatnya beban kendaraan berat di sejumlah ruas jalan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, mengatakan bahwa sebagian ruas jalan di wilayahnya mengalami kerusakan serius akibat faktor teknis dan nonteknis.
“Kerusakan jalan bukan hanya karena usia konstruksi, tetapi juga akibat kendaraan dengan muatan berlebih yang melintasi jalan yang tidak sesuai kelasnya,” ujarnya saat ditemui di Alun-alun Tigaraksa, di tulis, Senin (20/10/2025).
Tekanan Kendaraan Berat dan Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu
Iwan menjelaskan, tingginya aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Tangerang berdampak pada peningkatan volume lalu lintas, terutama kendaraan bertonase besar. Selain itu, perubahan tata guna lahan dari kawasan pertanian menjadi kawasan industri turut memperburuk kondisi jalan.
“Kami mendapati banyak jalan kabupaten yang digunakan untuk mobilitas kendaraan industri. Akibatnya, beban jalan melebihi kapasitas ideal,” jelasnya.
65 Persen Jalan Sudah Baik, Namun Anggaran Masih Jadi Kendala
Meski begitu, Pemkab Tangerang mencatat sekitar 65 persen jalan kabupaten kini dalam kondisi baik, dan sisanya dalam tahap perbaikan bertahap. Namun, keterbatasan anggaran menjadi faktor penghambat utama dalam mempercepat perbaikan jalan yang rusak berat.
“Perbaikan kami lakukan secara bertahap sesuai kemampuan APBD. Fokus utama tetap pada ruas dengan tingkat kerusakan tinggi dan akses vital bagi masyarakat,” kata Iwan.
Berdasarkan Peraturan Bupati tentang Penjabaran APBD Murni Tahun 2025, total anggaran belanja modal untuk jalan dan jembatan mencapai Rp396 miliar, terdiri dari Rp379,5 miliar untuk pembangunan jalan dan Rp16,5 miliar untuk jembatan.
Kabupaten Terluas, Anggaran Terkecil di Tangerang Raya
Iwan juga mengungkapkan bahwa alokasi anggaran perbaikan jalan di Kabupaten Tangerang masih lebih kecil dibandingkan dua wilayah lain di Tangerang Raya, yakni Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
“Wilayah kami paling luas dan jumlah penduduknya paling banyak, tapi anggaran infrastruktur relatif lebih kecil dibandingkan daerah sekitar,” ujarnya.
Pemkab Fokuskan Prioritas pada Ruas Strategis
Untuk mengoptimalkan anggaran yang terbatas, DBMSDA memprioritaskan perbaikan jalan yang memiliki fungsi strategis bagi mobilitas warga dan distribusi logistik.
“Setiap tahun kami petakan ruas prioritas agar perbaikan bisa tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Iwan.
(Wisnu)