Pemkab Tangerang Salurkan Rp 27,4 Miliar untuk Penguatan Koperasi Merah Putih
KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM — Pemerintah Kabupaten Tangerang menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 27,4 miliar kepada Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
Penyerahan bantuan tahap kedua itu dilaksanakan pada Sabtu (6/12) di Hotel Yasmin, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug.
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menjelaskan, seluruh 246 desa dan 28 kelurahan di Kabupaten Tangerang kini telah memiliki koperasi Merah Putih sebagai wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Setelah tahap pertama disalurkan kepada 60 koperasi pada Oktober 2025, kini bantuan kembali diberikan kepada 214 koperasi.
“Total 274 KDMP sudah menerima bantuan sepanjang tahun 2025 dengan nilai keseluruhan Rp 27,4 miliar. Dana ini merupakan kontribusi CSR para pengembang yang beroperasi di Kabupaten Tangerang, termasuk dari kawasan PIK 2,” jelas Bupati.
Bupati yang akrab disapa Rudi Maesyal itu menyebut, masing-masing koperasi menerima Rp 100 juta sebagai modal pengelolaan usaha.
Dana tersebut diprioritaskan untuk pengembangan unit usaha seperti penyediaan sembako, pertanian, peternakan, hingga distribusi LPG 3 kilogram.
“Bantuan ini diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi warga. Kami ingin setiap koperasi mampu tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan,” tegasnya.
Selain bantuan modal, Pemkab Tangerang juga meluncurkan Aplikasi Penatausahaan KDKMP.
Aplikasi tersebut dirancang untuk memperkuat transparansi dan memudahkan pencatatan keuangan, administrasi, laporan usaha, serta pemantauan koperasi secara real time.
“Kami ingin koperasi dikelola secara modern dan profesional agar dapat menjawab tantangan zaman,” ungkap Rudi.
Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi RI Farida Farichah mengapresiasi langkah Pemkab Tangerang dalam memperkuat ekonomi desa.
Ia menilai, keberadaan KDMP dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal, terlebih ke depan juga disiapkan pembangunan gerai KDMP lengkap dengan kantor dan gudang logistik.
“Kerja sama ini penting untuk memastikan seluruh koperasi Merah Putih bisa beroperasi optimal. CSR Rp 100 juta per desa/kelurahan ini menjadi langkah awal sebelum pembangunan fisik gerai,” ujarnya.
Farida juga menyoroti potensi pertanian di Kabupaten Tangerang, termasuk keberhasilan uji coba budidaya bawang merah. Menurutnya, sektor ini dapat dikembangkan menjadi unit usaha koperasi dan bahkan berkontribusi pada suplai kebutuhan sayuran di daerah lain.
“Jika terus dikembangkan, hasil pertanian seperti bawang merah ini bisa menjadi komoditas unggulan koperasi dan berpeluang memenuhi kebutuhan pasar nasional,” tambahnya. (Wis)