Perkembangan Pemahaman Politik Tingkat Kepala Daerah Kabupaten Bogor
Foto : (Tria Lestari, Neneng Halimah, Fitra Maryani)
OPINI — Pemilihan umum bupati bogor tahun 2024 telah di selenggarakan pada rabu, 27/11/24 yang di menangkan oleh pasangan nomor urut 1 Rudy susmanto-Ade ruhandi (Jaro ade) , melawan pasangan nomor urut 2 Bayu Syahjohan-Musyafaur Rahman (Kang Mus).
Di usung langsung oleh partai gerinda (Gerakan indonesia raya) sebagai partai pemenang pemilu ke 3 pada pemilihan presiden dan legislatif dengan 86 kursi di DPR RI.
Partai Gerinda resmi merekomendasikan Rudy susmanto-Ade ruhandi (jaro ade) untuk maju dalam pemilihan kepala daerah atau pilkada kabupaten bogor, yang mana dengan demikian pasangan ini dukung langsung oleh partai pro pemerintah yang di pimpin oleh Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming.
Mayoritas tanggapan atas kemenangan pasangan ini adalah karna anggapan masyarakat sebagai perpanjangan tangan atas kebijakan program-program yang telah dicanangkan oleh presiden Prabowo sebagai pemenang pemilihan umum (pemilu) presiden februari 2024 lalu. Hal tersebut juga di anggap sebagai keuntungan atas di usung nya pasangan ini.
Adapun hasil pleno kecamatan parung dan gunung sindur, menurut data yang kami himpun dari ppk dan pps 2 kecamatan di kabupaten bogor di antara nya yaitu Kecamatan Parung dan Gunung Sindur, masih terdapat ketidak kesesuaian data, terhadap perolehan suara pada masing-masing paslon. Yang mana masih banyak nya ketidak minatan warga masyarakat untuk hadir dalam pesta per lima tahunan itu.
Menurut data daftar pemilih tetap (DPT) yang kami terima, yang mana pada dpt kecamatan Parung terdapat (92.074) orang dengan jumlah TPS (182), perolehan paslon no 1 (30.507 ) sedangkan perolehan paslon no 2 (15.298), total suara masuk (45.805), suara yang tidak hadir (46.269), sedangkan hasil pleno Kecamatan Gunung Sindur masing-masing paslon mendapatkan suara data daftar pemilih tetap (dpt) yang kami terima. Yaitu (74.522) orang, dengan jumlah TPS (161), perolehan paslon no 1 (27.698), sedangkan perolehan paslon no 2 (15.857), total suara masuk (43.555), suara yang tidak hadir (30.967).
Dapat demikian analisis kami atas masih rendahnya tingkat partisipasi pemilih dalam kontestasi pemilihan daerah 2024, yang mana minat dan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya memilih kepala daerah melalui pemilihan di Pilkada masih sangat minim dan sangat jauh dari yang kami harapkan. Maka dapat kami simpulkan penyebab terjadinya perilaku masyarakat tersebut diantaranya :
1. kurang nya pemahaman akan pentingnya pemilihan daerah yang baik.
2. masih banyak nya masyarakat mengharapkan politik uang ( yang di berikan masing-masing calon).
3. masih kurang nya kepercayaan terhadap kepala daerah yang terpilih periode sebelumnya ( kec. parung, ciseeng, gunung sindur).
Adapun solusi yang kami dapat berikan untuk KPU dan Bawaslu Kabupaten Bogor diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara profesional, memastikan semua tahapan berjalan sesuai aturan, termasuk pemungutan suara, penghitungan, hingga penetapan calon terpilih. Memberikan edukasi melalui kerjasama dengan membangun komunikasi aktif diskusi langsung bersama generasi muda dan organisasi masyarakat, mengenai pentingnya memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, dan track record kandidat, bukan berdasarkan politik uang (money politik) semata.
Penulis : Tria Lestari, Neneng Halimah, Fitra Maryani (Program studi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan semester 5 Universitas Pamulang).