BPBD Pandeglang Apresiasi BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa di Kecamatan Sumur
PANDEGLANG, BANTEN EKSPLORE — Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang menyambut baik kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Kecamatan Sumur.
Kepala Pelaksana BPBDPK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan langkah strategis dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami.
“Program ini menjadi investasi penting untuk menciptakan masyarakat yang siaga dan tangguh terhadap bencana,” ujar Riza di Pandeglang, Senin (20/10/2025).
Belajar dari Tragedi Tsunami 2018
Riza menuturkan, tragedi tsunami yang melanda Pandeglang pada 2018 menjadi pengalaman pahit yang harus dijadikan pelajaran berharga. Saat itu, ratusan warga menjadi korban dan ribuan lainnya terluka serta kehilangan tempat tinggal.
“Peristiwa tujuh tahun lalu mengingatkan kita bahwa pesisir Banten, khususnya Pandeglang, merupakan kawasan dengan risiko tinggi terhadap gempa dan tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus diperkuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan dampak bencana.
Peran Teknologi dan Sistem Peringatan Dini
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BMKG telah memasang tiga unit Warning Receiver System New Generation (WRS-NG) di beberapa titik strategis Pandeglang. Alat tersebut berfungsi menerima informasi gempa dan peringatan dini tsunami secara cepat dan akurat.
Tiga lokasi pemasangan sistem tersebut berada di Kantor Setda Pandeglang, Kantor BPBD Kabupaten Pandeglang, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Selain itu, sirene peringatan dini tsunami juga telah diaktifkan di Desa Teluk Labuan dan Desa Sidamukti untuk mempercepat penyebaran informasi ke masyarakat pesisir.
Sinergi Mitigasi Pusat dan Daerah
Menurut Riza, dukungan BMKG terhadap Pandeglang menunjukkan komitmen kuat pemerintah pusat dalam memperkuat sistem mitigasi di daerah rawan bencana.
“Dengan adanya perangkat teknologi modern dan pelatihan seperti Sekolah Lapang Gempa, kami berharap kapasitas aparatur daerah dan masyarakat meningkat dalam merespons ancaman bencana,” katanya.
Riza juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan mitigasi bencana. “Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kesadaran kolektif seluruh warga Pandeglang,” pungkasnya