02/02/2026 15:14
Portal informasi & berita daerah
Pandeglang Kamis 22:56:39

Kasus HIV/AIDS di Pandeglang Meningkat 12 Kasus, Dinkes Berikan Penjelasan

Kasus HIV/AIDS di Pandeglang Meningkat 12 Kasus, Dinkes Berikan Penjelasan


PANDEGLANG, BANTEN EKSPLORE – Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melaporkan adanya penambahan 12 kasus HIV/AIDS sepanjang Januari hingga Mei 2025.


Dengan penambahan ini, jumlah total kasus HIV di daerah tersebut mencapai 345, sebelumnya tercatat 333 kasus.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Pandeglang, Dian Handayani, menyampaikan bahwa temuan kasus baru umumnya berasal dari program deteksi dini, terutama melalui program triple eliminasi yang menyasar ibu hamil dan kelompok berisiko tinggi seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, serta pasien yang menderita Infeksi Menular Seksual (IMS) dan TBC.


“Penambahan ini relatif kecil, hanya 12 kasus, tetapi tetap harus diperhatikan. HIV tidak dapat disembuhkan dan pengobatannya harus dilakukan sepanjang hidup,” jelas Dian pada Kamis (19/6/2025).


Dian menambahkan bahwa jumlah kasus HIV di Pandeglang diperkirakan akan terus meningkat karena HIV adalah penyakit yang tidak dapat dihapus dari catatan medis.


“Setiap kasus HIV merupakan akumulasi, karena pengobatannya berlanjut seumur hidup,” tambahnya.


Penemuan kasus HIV terutama terjadi berkat program triple eliminasi, yang terfokus pada pemeriksaan rutin terhadap ibu hamil dan kelompok berisiko tinggi.


Selain ibu hamil, program ini juga mencakup pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).


“Setiap ibu hamil wajib menjalani tes HIV. Pekerja seks, pengguna narkoba suntik, serta penderita TBC juga termasuk dalam kelompok yang rutin diperiksa,” ujarnya.


Menurut Dian, mayoritas penderita HIV di Pandeglang berasal dari kelompok usia produktif, yakni 18 hingga 45 tahun, dengan jumlah perempuan lebih dominan dibandingkan laki-laki.


"Lebih dari 60 persen penderita HIV berasal dari usia produktif, dan sebagian besar adalah perempuan," ungkapnya.


Meski menghadapi tantangan, seperti kesulitan menjangkau pekerja seks komersial (PSK) karena sifat tertutup dari aktivitas mereka, Dinas Kesehatan terus berupaya melakukan penjangkauan. Hal ini terutama di kawasan wisata seperti Carita.


“Puskesmas Carita baru saja melakukan penjaringan terhadap PSK dan kami selalu memberikan konseling terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan,” jelas Dian.


Saat ini, sebanyak 247 pasien HIV aktif di Pandeglang menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) di enam fasilitas layanan kesehatan yang tersebar di empat puskesmas—Cadasari, Saketi, Labuan, dan Panimbang—serta dua rumah sakit, RS Aulia dan RSUD Berkah.


(Wisnu)