Linmas Kelurahan Tigaraksa Sabet Juara 1 Lomba PBB Tingkat Kecamatan
KABUPATEN TANGERANG, BANTEN EKSPLORE — Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) Kelurahan Tigaraksa tampil memukau dalam Lomba Pelatihan Baris Berbaris (PBB) yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 RI tingkat Kecamatan Tigaraksa, Senin (10/8/2025).
Kekompakan, ketegasan gerakan, dan kedisiplinan membuat tim ini berhasil merebut juara pertama.
Berdasarkan penilaian dewan juri yang berasal dari Koramil Tigaraksa, Polsek Tigaraksa, dan Paskibra Tigaraksa, juara kedua diraih Satlinmas Desa Pasir Bolang, sedangkan posisi ketiga ditempati Satlinmas Desa Matagara.
Lomba yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Tigaraksa ini diikuti 10 tim dari desa dan kelurahan se-Kecamatan Tigaraksa.
Kegiatan dibuka langsung oleh Camat Tigaraksa, Cucu Abdurrosyied, serta dihadiri unsur Forkopimcam, para lurah, kepala desa, dan anggota Satlinmas. Menariknya, mayoritas peserta merupakan anggota Linmas berusia lanjut.
“Menjadi juara bukanlah tujuan utama. Yang penting adalah semangat kita memeriahkan HUT RI ke-80. Usia bukan penghalang, buktinya ada hampir sepuluh peserta berusia di atas 70 tahun yang tetap bersemangat ikut lomba,” ujar Cucu yang disambut tepuk tangan peserta.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Sorak-sorai penonton dan gelak tawa mewarnai jalannya lomba, apalagi saat para anggota Linmas menampilkan gaya baris-berbaris dengan ciri khas masing-masing.
Kepala Desa Sodong, Doni Bambang, mengaku bangga melihat warganya ikut berpartisipasi. “Menang atau kalah bukan masalah. Anggota Linmas kami sebagian besar sudah lansia, tapi semangat mereka luar biasa,” katanya sambil tersenyum.
Lurah Tigaraksa, Eko Suyanto, yang baru menjabat beberapa hari, turut mengapresiasi capaian anak buahnya. “Terima kasih kepada anggota Linmas, pelatih Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Prestasi ini semoga bisa dipertahankan tahun depan,” ujarnya.
Acara berakhir menjelang Dzuhur dengan pengumuman pemenang oleh dewan juri, kemudian ditutup secara resmi oleh Sekcam Tigaraksa, Rita Wulansari, di tengah suasana penuh keakraban antara para lurah dan kepala desa.
(Wis)