02/02/2026 17:43
Portal informasi & berita daerah
News Minggu 18:19:02

Mesin Pabrik Bata Ringan Meledak di Cikupa, Material Terpental hingga Permukiman Warga

Mesin Pabrik Bata Ringan Meledak di Cikupa, Material Terpental hingga Permukiman Warga


TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM – Warga Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang dikejutkan oleh ledakan yang terjadi di pabrik bata ringan milik PT Jaya Celcon Prima.


Insiden tersebut mengakibatkan debu dan serpihan material beterbangan hingga ke area permukiman sekitar pabrik.


Salah satu warga setempat, Anita, menuturkan bahwa ledakan terdengar sangat keras dan diikuti suara bergemuruh dalam waktu cukup lama.


“Awalnya terdengar suara ledakan yang sangat kencang, kemudian disusul suara gemuruh cukup lama. Saya langsung keluar rumah karena terkejut,” ujar Anita, Minggu (30/11/2025).


Menurutnya, tidak lama setelah suara tersebut terdengar, debu putih menyerupai pasir tampak keluar dari area pabrik. Bahkan, beberapa potongan besi terlihat jatuh di sekitar rumah warga.


“Debunya seperti pasir keluar dari pabrik, lalu ada juga potongan besi yang sampai mengenai tembok rumah tetangga,” ungkapnya.


Sementara itu, Penanggung Jawab Produksi PT Jaya Celcon Prima, Wildan, membenarkan adanya peristiwa ledakan yang bersumber dari mesin produksi bata ringan. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam proses penelusuran.


“Memang terjadi ledakan pada mesin produksi bata ringan, untuk penyebab pastinya saat ini masih belum bisa dipastikan,” kata Wildan.


Akibat peristiwa tersebut, dua orang pekerja dilaporkan mengalami luka ringan. Keduanya sempat mendapatkan perawatan medis dan kini telah dipulangkan dari Metro Hospitals.


“Satu korban mengalami luka di bagian kaki karena tertimpa material bata yang hancur, sementara satu korban lainnya mengalami luka di bagian pelipis,” jelasnya.


Terkait adanya potongan besi yang ditemukan di sekitar permukiman warga, pihak perusahaan masih melakukan pengecekan.


“Sampai saat ini kami belum dapat memastikan apakah potongan besi tersebut berasal dari mesin produksi kami atau bukan,” pungkas Wildan. (Wis)