Muskom GMNI Unpam 2025: Menyalakan Kembali Api Perjuangan Bung Karno
KOTA TANGSEL, BANTEN EKSPLORE - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Pamulang Mengadakan Musyawarah Komisariat (Muskom) yang bertema "melanjutkan api perjuangan bung karno dalam membangun kepemimpinan yang berintegritas dan berdedikasi" di Aula Kecamatan Serpong, pada Sabtu (7/6/2025).
Musyawarah Komisariat ini menjadi momentum penting bagi seluruh kader GMNI Universitas Pamulang dalam menentukan arah gerak organisasi ke depan. Dalam forum tersebut, dilakukan evaluasi program kerja sebelumnya.
Dengan semangat kolektif dan gotong royong, para peserta aktif menyampaikan gagasan serta aspirasi demi kemajuan organisasi yang selaras dengan nilai-nilai perjuangan Bung Karno.
Sekretaris periode sebelumnya, Sarinah Jesica menegaskan bahwa Musyawarah Komisariat (Muskom) bukanlah akhir dari proses, melainkan merupakan pijakan awal menuju gerakan yang lebih solid, lebih tegas, dan lebih relevan dengan tantangan zaman.
“Organisasi ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya hadir dalam momen-momen seremonial, tetapi juga hadir di tengah rakyat dan mahasiswa ketika tekanan datang. Kepemimpinan yang berpihak, responsif, dan berpijak pada semangat perjuangan Marhaenisme adalah syarat mutlak dalam mewujudkan cita-cita kerakyatan yang sejati,” tegasnya. Minggu, 8 Juni 2025.
Ketua Terpilih, Bung Edo menyatakan bahwa pihaknya akan membawa organisasi untuk terus berkomitmen menjadi wadah kaderisasi yang progresif, revolusioner, dan berjiwa marhaenis, berlandaskan ideologi Marhaenisme sebagaimana garis perjuangan GMNI dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.
“Fokus utama kami adalah membentuk kader yang tidak hanya menjadi anggota organisasi semata, tetapi juga menjadi pejuang pemikir dan pemikir pejuang. Mereka harus memiliki semangat juang tinggi, kesadaran diri yang tajam, serta tanggung jawab sosial yang besar," imbuhnya.
Ia menegaskan, akan berupaya melahirkan generasi yang aktif dalam advokasi rakyat kecil dan kaum marhaen. Menurutnya, keberpihakan pada rakyat menjadi pijakan utama dalam setiap gerakan dan pemikiran yang dibangun oleh kader-kader GMNI.
“Ini merupakan bagian dari amanat ideologis Marhaenisme, yang menempatkan kaum tertindas sebagai subjek utama perjuangan. Kami ingin memastikan setiap kader GMNI mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat,” tutupnya.
(Mufid)