02/02/2026 18:57
Portal informasi & berita daerah
News Senin 15:13:41

Program Tanam Jagung di Tigaraksa Dievaluasi Total, Perbaikan Lahan Jadi Fokus Utama

Program Tanam Jagung di Tigaraksa Dievaluasi Total, Perbaikan Lahan Jadi Fokus Utama


KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM – Program budidaya jagung untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Bantarpanjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, kini menjalani evaluasi menyeluruh. Langkah ini diambil menyusul temuan teknis di lapangan yang menunjukkan hasil pertumbuhan tanaman belum maksimal.


Program kerja sama antara Polda Banten, Polresta Tangerang, dan PT MSD Corpora Internasional tersebut mencakup pengelolaan lahan seluas sekitar 50 hektare, dengan area tanam aktif mencapai 20 hektare. Pelaksanaannya dibagi ke dalam tiga blok tanam yang dikelola secara bertahap.


Hasil pemantauan lapangan menunjukkan bahwa pada fase awal tanam, pertumbuhan jagung belum seragam. Sejumlah tanaman tumbuh pendek, sementara ukuran tongkol belum optimal dan tidak merata. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan kualitas lahan serta faktor cuaca.


Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menegaskan bahwa struktur tanah di lokasi menjadi tantangan utama. Lahan didominasi tanah merah kekuningan dengan kandungan unsur hara rendah, minim lapisan top soil, serta bercampur batuan padas.


“Karakteristik tanah ini tidak bisa diperlakukan seperti lahan pertanian produktif biasa. Dibutuhkan penanganan khusus dan perbaikan serius agar hasil tanam bisa meningkat,” tegas Indra Waspada, Minggu (28/12/2025).


Ia menambahkan, curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir turut memperparah kondisi lahan. Erosi tanah dan hanyutnya pupuk menyebabkan ketersediaan unsur hara menurun, sehingga pertumbuhan tanaman tidak merata.


Meski demikian, Indra menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan alasan untuk menghentikan program. Sebaliknya, evaluasi dijadikan pijakan untuk perbaikan teknis secara menyeluruh.


“Program ini tidak berhenti pada satu musim tanam. Evaluasi dilakukan agar kesalahan teknis tidak terulang dan hasil berikutnya lebih maksimal,” ujarnya.


Sebagai langkah konkret, pengelola menyiapkan penataan ulang lahan dengan membagi area tanam menjadi dua blok utama masing-masing seluas 10 hektare. Selain itu, sistem drainase dan guludan akan dibangun untuk mengendalikan genangan air dan erosi.


Perbaikan juga dilakukan melalui penambahan top soil dan kompos guna meningkatkan kesuburan tanah. Tidak hanya itu, pembangunan embung dan pengembangan kandang ternak terintegrasi turut direncanakan sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu.


“Perbaikan ini bukan sekadar tambal sulam. Tujuannya membangun sistem tanam yang berkelanjutan dan produktif,” kata Indra Waspada.



(Wisnu)