02/02/2026 18:58
Portal informasi & berita daerah
News Senin 14:23:32

Satpol-PP Kabupaten Tangerang Tendang Mahasiswa Saat Demo, Sekda : Tidak Dibenarkan

Satpol-PP Kabupaten Tangerang Tendang Mahasiswa Saat Demo, Sekda : Tidak Dibenarkan



KABUPATEN TANGERANG — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Bupati Tangerang pada Jumat (27/09/2024). Namun dalam aksi itu terdapat insiden tendangan oknum anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang kepada aksi unjuk rasa.


Video insiden tendangan oknum Satpol-PP Kabupaten Tangerang itu sempat viral di media sosial (medsos) Instagram.


Terlihat anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang yang mengamankan itu menendang salah satu mahasiswa ber almet warna biru muda.


Foto : tangkapan layar seorang mahasiswa ditendang oleh anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang.


Atas tindakan tersebut, Penjabat (Pj) Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang angkat bicara.


Sekda Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja menyesalkan atas tindakan yang dilakukan salah satu Satpol-PP Kabupaten Tangerang yang mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.


"Sesalkan apa yang terjadi (penendangan), " ucap Soma kepada BantenEksplore.com usai hadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Tangerang. Senin, 30 September 2024.


Menurut Soma, tindakan yang dilakukan oleh anggota Satpol-PP Kabupaten Tangerang dalam pengamanan unjuk rasa mahasiswa itu tidak dibenarkan. Dan akan ada sanksi yang akan diberikan.


"Tidak dibenarkan, nanti kita lihat sanksinya sesuai faktanya, " ungkapnya.


Namun begitu, Soma menghimbau kepada mahasiswa juga untuk mengerti kondisi sikologis pihak pengamanan saat mengamankan demonstrasi tersebut.


"Saya kira begini, temen-temen mahasiswa juga harus mengerti kondisi sikologis temen-temen (pengaman) cape juga ngamanin demo kira kira begitu kali ya, " pungkasnya.


Sebagai informasi, kejadian kericuhan antara mahasiswa dan pihak keamanan dalam refleksi hari tani nasional beberapa waktu lalu lantaran tidak ada pejabat berwenang yang menemui para mahasiswa, sehingga atas kekecewaan tersebut mahasiswa mencoba menerobos masuk untuk menemui pejabat pemerintah. Dan terjadi aksi dorong mendorong antara mahasiswa dan pihak keamanan. (wsn)