Warga Desa Bantar Panjang Protes Rencana Pembangunan Dapur MBG di Lahan Fasum
KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM – Warga Kampung Kadeper RT 001 RW 003, Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menyampaikan penolakan terhadap rencana pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang direncanakan berdiri di area fasilitas umum (fasum) setempat.
Warga menilai pembangunan dapur tersebut tidak tepat karena lokasi yang dipilih merupakan fasum aktif yang digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti aktivitas siswa SDN Kadeper, kegiatan olahraga, serta ruang berkumpul warga.
Selain itu, rencana pembangunan disebut tidak melalui proses sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami tidak menolak program MBG, tapi keberatan jika dapurnya dibangun di fasum yang setiap hari digunakan warga,” ujar Kosasi, salah satu warga, dikutip Jumat (21/11/2025).
Ia menilai proses perencanaan terkesan sepihak dan warga baru mengetahui proyek tersebut setelah melihat adanya aktivitas persiapan di lapangan.
“Harusnya ada musyawarah terlebih dahulu. Ini menyangkut fasilitas publik,” kata Kosasi.
Warga juga mempertanyakan kelayakan teknis lokasi, mengingat area fasum berada di tengah permukiman padat. Menurut mereka, kondisi tersebut kurang mendukung operasional dapur berskala besar karena keterbatasan akses kendaraan dan jarak pelayanan untuk kebutuhan program MBG.
Selain itu, warga menyoroti potensi masalah lingkungan. Tidak adanya saluran irigasi atau aliran sungai di sekitar lokasi dikhawatirkan menyulitkan pengelolaan limbah cair. Warga juga mempertanyakan mitigasi risiko jika terdapat limbah B3 dari kegiatan dapur.
Tokoh masyarakat setempat, Komarudin, menegaskan bahwa warga tetap mendukung program pemerintah. Namun, ia berharap penentuan lokasi pembangunan dilakukan dengan lebih mempertimbangkan kondisi sosial dan lingkungan.
“Program MBG itu baik, tapi letaknya harus dikaji ulang. Jangan sampai menimbulkan persoalan baru. Warga ingin diajak berdialog, bukan hanya menerima keputusan sepihak,” tegasnya.
Warga meminta Pemerintah Desa, Kecamatan, dan instansi terkait untuk meninjau kembali lokasi pembangunan serta membuka komunikasi dengan masyarakat, agar keputusan yang diambil mempertimbangkan kenyamanan dan keselamatan publik.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Pemerintah Desa dan instansi terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta penjelasan terkait rencana pembangunan dapur MBG tersebut.
(Wisnu)