02/02/2026 20:04
Portal informasi & berita daerah
News Senin 18:00:56

Warga Tigaraksa Tangerang Resah, Pabrik Plastik Diduga Sebabkan Polusi Udara

Warga Tigaraksa Tangerang Resah, Pabrik Plastik Diduga Sebabkan Polusi Udara

KABUPATEN TANGERANG, BANTEN EKSPLORE — Warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas produksi pabrik plastik milik PT Tiraplas Inti Kreasi.


Aroma tajam yang muncul dari proses pembakaran biji plastik itu dinilai telah mengganggu kenyamanan bahkan berdampak pada kesehatan warga sekitar.


Sejumlah warga mengaku mulai merasakan gangguan pernapasan sejak pabrik tersebut beroperasi sekitar satu tahun terakhir. “Baunya makin terasa saat malam hari. Anak saya sampai batuk dan sesak napas karena asapnya,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Minggu (19/10/2025).


Bahkan, seorang bayi dikabarkan harus menjalani perawatan di rumah sakit setelah mengalami gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang diduga dipicu oleh polusi udara dari pabrik.


Pantauan di lapangan menunjukkan, pabrik yang berlokasi di Jalan KH. Moch Ahyar, Desa Sodong, tidak menampilkan papan nama perusahaan.


Bangunan pabrik berdinding seng itu juga tampak belum dilengkapi dengan cerobong asap, sehingga asap pembakaran langsung terlepas ke udara dan menyebar ke permukiman warga. Lokasinya juga berdekatan dengan rumah ibadah dan dapur umum Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Ketika dikonfirmasi, Lius, kepala produksi PT Tiraplas Inti Kreasi, membenarkan bahwa perusahaannya memproduksi plastik untuk pemberat kipas angin dengan sistem pemanasan biji plastik. Namun ia mengaku tidak mengetahui detail terkait perizinan dan dampak lingkungan.


“Masalah izin dan lingkungan itu wewenang atasan saya. Saya hanya mengurusi produksi,” ujar Lius singkat.


Pihak Pemerintah Desa Sodong pun telah turun tangan menyikapi keluhan masyarakat. Sekretaris Desa Sodong, Nendi, mengatakan pihaknya bersama perangkat desa telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pabrik dua pekan lalu.


“Kami sudah sidak setelah menerima laporan dari warga. Kami juga minta perusahaan menunjukkan izin operasionalnya, tapi sampai sekarang belum ditunjukkan,” jelasnya.


Menurut Nendi, perusahaan sempat berjanji akan membangun cerobong asap untuk mengurangi polusi, namun belum ada realisasi hingga kini. Pemerintah desa berencana melaporkan persoalan ini ke dinas terkait agar dilakukan peninjauan lanjutan.


“Kami harap ada tindak lanjut dari dinas lingkungan hidup, karena dampaknya sudah dirasakan langsung oleh warga,” tegasnya. (Wisnu)