02/02/2026 15:11
Portal informasi & berita daerah
Pendidikan Jumat 09:10:08

Dewan Pendidikan Catat 21 Ribu Anak SMP Putus Sekolah di Kabupaten Tangerang

Dewan Pendidikan Catat 21 Ribu Anak SMP Putus Sekolah di Kabupaten Tangerang

KABUPATEN TANGERANG, BANTENEKSPLORE.COM – Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 21.000 anak pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) mengalami putus sekolah sepanjang tahun 2025. Angka tersebut dinilai cukup memprihatinkan dan menjadi pekerjaan rumah besar bagi seluruh pemangku kepentingan di sektor pendidikan.


Data tersebut disampaikan dalam kegiatan Refleksi Pendidikan Kabupaten Tangerang 2025 yang merupakan catatan akhir tahun evaluasi pendidikan. Kegiatan itu digelar di Gedung Serba Guna (GSG) Pemerintah Kabupaten Tangerang, Kamis (18/12/2025).


Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang, Mas Iman, mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah faktor utama yang memicu tingginya angka putus sekolah, mulai dari pengaruh lingkungan hingga persoalan budaya dan kenakalan remaja.


“Kurangnya dukungan lingkungan sekitar terhadap pentingnya pendidikan formal,” ujar Mas Iman saat memaparkan hasil evaluasi dikutip. Jumat, 19 Desember 2025.


Ia menjelaskan, pergaulan yang tidak sehat turut memengaruhi minat belajar siswa, sehingga fokus terhadap pendidikan menjadi berkurang. Selain itu, faktor budaya juga dinilai berperan besar, terutama pola pikir sebagian masyarakat yang masih menempatkan kebutuhan ekonomi jangka pendek di atas investasi pendidikan jangka panjang.


Menurutnya, dalam kondisi tersebut pendidikan kerap dipersepsikan sebagai beban finansial, bukan sebagai solusi untuk memutus mata rantai kemiskinan.


Meski demikian, Dewan Pendidikan Kabupaten Tangerang menyatakan terus mendorong berbagai program inovatif yang telah berjalan hingga 2025 guna menekan angka putus sekolah dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan hak atas pendidikan.


“Hingga Desember 2025, persoalan siswa putus sekolah masih menjadi perhatian serius dan membutuhkan kerja bersama,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, Dadan Gandana, belum memberikan tanggapan terkait temuan tersebut. Usai menghadiri kegiatan refleksi pendidikan, ia enggan berkomentar kepada awak media.


“Saya lagi ngejar waktu,” ucap Dadan singkat sambil bergegas menuju kendaraannya. (Wis)