02/02/2026 15:11
Portal informasi & berita daerah
Pendidikan Jumat 23:44:41

Mahasiswa Unpam Latih Siswa SMAN 1 Pamarayan Tingkatkan Literasi Keamanan Digital

Mahasiswa Unpam Latih Siswa SMAN 1 Pamarayan Tingkatkan Literasi Keamanan Digital


SERANG, BANTEN EKSPLORE – Dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus melaju, pemahaman mengenai keamanan data pribadi semakin menjadi kebutuhan penting.


Menyadari hal tersebut, siswa SMAN 1 Pamarayan, Kabupaten Serang, mendapatkan pelatihan dasar keamanan siber melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar oleh mahasiswa Universitas Pamulang (Unpam).


Kegiatan dengan tema “Pengenalan Keamanan Siber untuk Generasi Digital” ini dilaksanakan pada 7 November 2025.


Melalui program tersebut, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Unpam memberikan pengantar mengenai ancaman dunia maya, seperti phishing, penipuan online, hingga pencurian data. PKM digelar atas kerja sama mahasiswa dengan dosen pembimbing, Anjar Setiawan.



Literasi Siber untuk Generasi Muda


Guru pendamping SMAN 1 Pamarayan, Sumamiharja, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai, edukasi mengenai keamanan digital sangat penting bagi para pelajar yang kini tumbuh sebagai generasi pengguna aktif internet.


“Mereka setiap hari bersentuhan dengan dunia digital, tetapi tidak semuanya memahami risiko yang mengintai. Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa mampu menjadi pengguna internet yang lebih waspada dan mampu melindungi data pribadinya,” ujarnya.



Metode Interaktif dan Studi Kasus


Para mahasiswa memilih metode pembelajaran yang interaktif untuk menarik minat siswa. Selain penyampaian materi, pelatihan juga diisi diskusi dua arah, sesi tanya jawab, serta pembahasan berbagai kasus nyata kejahatan siber yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.


Pemateri, Doan Ade Syahputra, menekankan bahwa keamanan siber tidak hanya terkait perangkat atau aplikasi, tetapi juga perilaku setiap individu di ruang digital.


“Menjaga kerahasiaan informasi dan berpikir kritis sebelum membagikan sesuatu merupakan bagian dari tanggung jawab digital. Etika dan empati di dunia maya harus berjalan seiring dengan kecakapan teknologi,” jelasnya.


Doan juga mengajak siswa untuk berbagi pengalaman seputar penggunaan media sosial, termasuk kebiasaan ketika mengikuti kuis, giveaway, atau menerima pesan mencurigakan dari pihak yang tidak dikenal. Melalui diskusi tersebut, siswa menyadari bahwa kewaspadaan digital perlu diterapkan dalam berbagai aktivitas daring, tidak hanya saat bertransaksi.



Belajar Melalui Permainan Edukatif


Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, pelatihan diselingi permainan bertema deteksi phishing. Aktivitas ini dirancang agar siswa dapat mengenali pola-pola umum dalam penipuan digital secara lebih mudah.


“Dengan pendekatan permainan, siswa tetap antusias meski materinya penting dan cukup teknis. Nilai-nilai kewaspadaan digital tetap tersampaikan dengan cara yang menyenangkan,” tutur Doan.


(Wisnu)