16/07/2026 09:46
Portal informasi & berita daerah
News Jumat 13:17

DBMSDA Kabupaten Tangerang Genjot Infrastruktur Pengendali Banjir, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

DBMSDA Kabupaten Tangerang Genjot Infrastruktur Pengendali Banjir, Normalisasi Sungai Jadi Prioritas

KABUPATEN TANGERANG, INFORMERTANGERANG.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang terus mempercepat berbagai langkah strategis untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah wilayah. Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi sungai, pembangunan kolam retensi, hingga pengoperasian rumah pompa di kawasan yang kerap terdampak genangan.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansah, mengatakan penanganan banjir dilaksanakan secara menyeluruh dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Regulasi tersebut menekankan pentingnya konservasi, pemanfaatan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air.

Menurutnya, peningkatan kapasitas aliran sungai menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah agar mampu menampung debit air lebih besar sekaligus meminimalkan genangan di kawasan permukiman.

"Penanganan banjir dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Fokus utamanya meningkatkan kapasitas sungai serta mengurangi genangan di wilayah permukiman," ujar Iwan ditulis Jumat,  (10/7/2026).

Ia menjelaskan, Kabupaten Tangerang berada dalam cakupan dua wilayah sungai nasional, yakni Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane dan Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian. Pengelolaan kedua wilayah tersebut berada di bawah kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.

Karena itu, Pemkab Tangerang terus memperkuat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, BBWS Cidanau-Ciujung-Cidurian, serta Pemerintah Provinsi Banten dalam pelaksanaan normalisasi dan pengerukan sungai.

Salah satu proyek yang saat ini tengah berjalan ialah normalisasi Sungai Cirarab yang melintasi Kecamatan Pasar Kemis dan Kecamatan Sepatan. Pekerjaan tersebut meliputi pengerukan sedimentasi serta pelebaran badan sungai guna memperlancar aliran air menuju muara.

Selain pembenahan sungai, pemerintah daerah juga mengembangkan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam retensi dan sistem pompa air di sejumlah titik rawan genangan, di antaranya Bencongan, Binong, Curug, Cibadak, hingga kawasan pusat pemerintahan di Tigaraksa.

Iwan menuturkan pembangunan kolam retensi dilakukan secara bertahap hingga 2028 mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar. Saat ini, pembangunan kolam retensi di kawasan Sudirman dan Cibadak masih berlangsung.

Ia optimistis keberadaan kolam retensi yang didukung sistem pompa akan mempercepat surutnya genangan saat hujan deras.

"Dengan adanya tandon dan pompa, durasi genangan yang sebelumnya bisa mencapai empat hingga lima jam diharapkan berkurang menjadi sekitar satu sampai dua jam," jelasnya.

Sebagai bagian dari penguatan sistem pengendalian banjir, Pemkab Tangerang juga telah mengoperasikan sejumlah rumah pompa di beberapa wilayah, seperti Pasar Kemis, Kali Sabi, dan Sungai Cirarab. Selain itu, tersedia tujuh unit pompa banjir dengan kapasitas masing-masing 180 meter kubik per jam yang ditempatkan di sejumlah kecamatan yang berpotensi mengalami genangan.